KONSERVATISME

KONSERVATISME

Nama: Novian A. Efendi

NIM: A 220100039

A. Pengertian Konservatisme

Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, conservāre, melestarikan; “menjaga, memelihara, mengamalkan”.

B. Ajaran atau Teorinya

Lebih mementingkan lembaga-lembaga kerajaan dan gereja

Agama dipandang sebagai kekuatan utama disamping upaya pelestarian tradisi dan kebiasaan dalam tata kehidupan masyarakat.

Lembaga-lembaga yang sudah mapan seperti keluarga, gereja, dan Negara semuanya dianggap suci.

Konservatisme juga menentang radikalisme dan skeptisisme.

C. Latar Belakang

Konservatisme adalah suatu pemikiran politik, sejak awal, ia mengandung banyak alur yang kemudian dapat diberi label konservatif, baru pada Masa Penalaran, dan khususnya reaksi terhadap peristiwa-peristiwa di sekitar Revolusi Perancis pada 1789, konservatisme mulai muncul sebagai suatu sikap atau alur pemikiran yang khas. Banyak orang yang mengusulkan bahwa bangkitnya kecenderungan konservatif sudah terjadi lebih awal, pada masa-masa awal Reformasi, khususnya dalam karya-karya teolog Anglikan yang berpengaruh, Richard Hooker yang menekankan pengurangan dalam politik demi menciptakan keseimbangan kepentingan-kepentingan menuju keharmonisan sosial dan kebaikan bersama

D. Cakupan

  1. Memiliki nilai- nilai tradisonal yang digunakan pada masa lampau,
  2. Memiliki ikatan yang erat dengat masyarakat
  3. Adanya unsur masyarakat didalamnya

E. Keterkaitan dengan Ideologi Lain

Konservatisme adalah paham yang menekankan pada agama hal ini dapat sebagai pelengkap ideologi lain karena di dunia juga

F. Tokoh Pemikir

Ideologi konservatisme yang dikumandangkan oleh Edmund Burke, 1729-1797. Dimana ideologi konservatisme ini telah merasuk ke beberapa negara sekular yang ada sekarang. Nasionalisme dan kebangsaan ini sekarang kalau di Indonesia dijadikan lambang perjuangan Partai Amanat Nasional di bawah Amien Rais dan Partai Kebangkitan Bangsa yang lahirnya dibidani oleh Gus Dur.

G. Perkembangan saat ini

Di dalam salah satu perdebatan antara Jürgen Habermas dan Hans-Georg Gadamer, dua filsuf terkemuka Jerman abad 20, lahirlah perbedaan tajam di dalam memahami tradisi. Bagi Gadamer, seorang pakar hermeneutik, tradisi mengandung ajaran-ajaran kebijaksanaan yang berguna untuk membimbing kita di masa sekarang.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Konservatisme

http://eaznotalone.blogspot.com/2009/05/pendahuluan-ideologi-adalah-kumpulan.html

http://rumahfilsafat.com/2013/01/05/akar-akar-konservatisme-di-indonesia/

http://ikkevera.blogspot.com/2013/01/perbandingan-ideologi-komunis-liberal.html

http://ofiqensem.blogspot.com/2012/03/pemahaman-tentang-perbandingan-ideologi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s